Luthfi Fitriani 0900378 KONSEPSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Kita sering mendengar istilah pemberdayaan masyarakat. Apa sebenarnya arti dari pemberdayaan masyarakat tersebut? Secara lugas dapat diartikan sebagai suatu proses yang membangun manusia atau masyarakat melalui pengembangan kemampuan masyarakat, perubahan perilaku masyarakat, dan pengorganisasian masyarakat malalui collective action dan networking sehingga pada akhirnya mereka memiliki kemampuan dan kemandirian secara ekonomi, ekologi, dan sosial. Dari definisi tersebut terlihat ada 3 tujuan utama dalam pemberdayaan masyarakat yaitu mengembangkan kemampuan masyarakat, mengubah perilaku masyarakat, dan mengorganisir diri masyarakat. Kemampuan masyarakat yang dapat dikembangkan tentunya banyak sekali seperti kemampuan mengembangkan diri, kemampuan untuk berusaha, kemampuan untuk mencari informasi, kemampuan untuk mengelola kegiatan, kemampuan memanfaatkan sumberdaya alam, dan masih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Perilaku masyarakat yang perlu diubah tentunya perilaku yang merugikan masyarakat atau yang menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Contoh yang kita temui dimasyarakat seperti, anak tidak boleh sekolah, ibu hamil tidak boleh makan telor, yang membicarakan rencana pembangunan desa hanya kaum laki-laki saja, dan masih banyak lagi yang dapat kita temui dimasyarakat. Pengorganisasian masyarakat dapat dijelaskan sebagai suatu upaya masyarakat untuk saling mengatur dalam mengelola kegiatan atau program yang mereka kembangkan. Disini masyarakat dapat membentuk panitia kerja, melakukan pembagian tugas, saling mengawasi, merencanakan kegiatan, dan lain-lain. Lembaga-lembaga adapt yang sudah ada sebaiknya perlu dilibatkan karena lembaga inilah yang sudah mapan, tinggal meningkatkan kemampuannya saja. proses pemberdayaan masyarakat mestinya juga didampingi oleh suatu tim fasilitator yang bersifat multidisplin. Tim pendamping ini merupakan salah satu external factor dalam pemberdayaan masyarakat. Peran tim pada awal proses sangat aktif tetapi akan berkurang secara bertahap selama proses berjalan sampai masyarakat sudah mampu melanjutkan kegiatannnya secara mandiri. Dalam operasionalnya inisiatif tim pemberdayaan masyarakat (PM) akan pelan-pelan dikurangi dan akhirnya berhenti. Peran tim PM sebagai fasilitator akan dipenuhi oleh pengurus kelompok atau pihak lain yang dianggap mampu oleh masyarakat. Waktu pemunduran tim PM tergantung kesepakatan bersama yang telah ditetapkan sejak awal program antara tim PM dan warga masyarakat. Berdasar beberapa pengalaman dilaporkan bahwa pemunduran Tim PM dapat dilakukan minimal 3 tahun setelah proses dimulai dengan tahap sosialisasi. Walaupun tim sudah mundur, anggotanya tetap berperan, yaitu sebagai pensehat atau konsultan bila diperlukan oleh masyarakat. Aspek penting dalam suatu program pemberdayaan masyarakat adalah program yang disusun sendiri oleh masyarakat, mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, mendukung keterlibatan kaum miskin dan kelompok yang terpinggirkan lainnya, dibangun dari sumberdaya lokal, sensitif terhadap nilai-nilai budaya lokal, memperhatikan dampak lingkungan, tidak menciptakan ketergantungan, berbagai pihak terkait terlibat (instansi pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, LSM, swasta dan pihak lainnya), serta dilaksanakan secara berkelajutan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

mengembangkan ketrampilan bertanya yang baik

nama petrus p budi liwu nim 09oo881

Ketrampilam dalam bertanya

keterampilan bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, yang sekaligus merupakan bagian dari keberhasilan dalam pengelolaan instruksional dan pengelolaan kelas. Melalui keterampilan bertanya guru mampu mendeteksi hambatan proses berpikir di kalangan siswa dan sekaligus dapat memperbaiki dan meningkatkan proses belajar di kalangan siswa. Dengan demikian, guru dapat mengembangkan pengelolaan kelas dan sekaligus pengelolaan instruksional menjadi lebih efektif. Selanjutnya dengan kemampuan mendengarkan guna dapat menarik simpati dan empati di kalangan siswa sehingga kepercayaan siswa terhadap guru meningkat yang pada akhirnya kualitas proses pembelajaran dapat lebih di tingkatkan.

Pengertian Dan Rasional

Dalam PBM tujuan pertanyaan yang diajukan guru ialah agar siswa belajar yaitu memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir, baik berupa kalimat tanya atau suruhan yang menuntut respon siswa. Dalam PBM umumnya guru mengajukan pertanyaan kepada siswanya cara yang digunakan mempunyai pengaruh dalam pencapaian hasil belajar sehingga ketrampilan bertanya dibedakan atas : ketrampilan bertanya dasar, mempunyai beberapa komponen yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan, sedangkan ketrampilan bertanya lanjut : lanjutan dari bertanya dasar yang mengutamakan usaha pengembangan kemampuan berfikir siswa.

Manfaat Keterampilan Bertanya

– Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu terhadap pokok bahasan
– Memusatkan perhatian
– Mendiaknosis kegiatan khusus yang menghambat siswa belajar
– Mengembangkan SCL (Student Center Learning)

Guru perlu menguasai keterampilan bertanya karena:

* guru cenderung mendominasi kelas dengan ceramah,
* siswa belum terbiasa mengajukan pertanyaan,
* siswa harus dilibatkan secara mental-intelektual secara maksimal, dan
* adanya anggapan bahwa pertanyaan hanya berfungsi untuk menguji pemahaman siswa.

Pertanyaan yang baik mempunyai berbagai fungsi antara lain:

* mendorong siswa untuk berpikir,
* meningkatkan keterlibatan siswa,
* merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan,
* mendiagnosis kelemahan siswa,
* memusatkan perhatian siswa pada satu masalah, dan
* membantu siswa mengungkapkan pendapat dengan bahasa yang baik.

Keterampilan bertanya dasar terdiri atas komponen-komponen:

* pengajuan pertanyaan secara jelas dan singkat,
* pemberian acuan,
* pemusatan,
* pemindahan giliran,
* penyebaran,
* pemberian waktu berpikir, dan
* pemberian tuntunan.

Keterampilan bertanya lanjut terdiri dari komponen:

* pengubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan,
* pengaturan urutan pertanyaan,
* penggunaan pertanyaan pelacak, dan
* peningkatan terjadinya interaksi.

Dalam menerapkan keterampilan bertanya dasar dan lanjut, guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut:

* Kehangatan dan keantusiasan.
* Menghindari kebiasaan mengulang pertanyaan sendiri, menjawab pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan yang mengundang jawaban serempak, mengulangi jawaban siswa, mengajukan pertanyaan ganda, dan menunjuk siswa sebelum mengajukan pertanyaan
* Waktu berpikir yang diberikan untuk pertanyaan tingkat lanjut lebih banyak dari yang diberikan untuk pertanyaan tingkat dasar.
* Susun pertanyaan pokok dan nilai pertanyaan tersebut sesudah selesai mengajar.
keterampilan bertanya juga dapat membantu orang menjadi percaya diri dalam nengukapkan pendapat atau saran oleh karena perlu di tigkatkan lagi pemaham akan bertanya adapun aturan dalam bertanya

terdapat 6 kategori pertanyaan 1) Pengetahuan (Siapa? Apa? Kapan? Di mana? Bagaimana?), 2) Pemahaman (Bisa dijelaskan apa yang anda dengar? Menurut anda apa pengertian dari…..?), 3) Aplikasi (Bagaimana ini berhubungan dengan itu? Kenapa itu sangat berarti?), 4) Analisis (Bagaimana ini dibandingkan itu? Apa saja bagian dari itu?), 5) Sintesis (Apa yang terjadi bila ini digabungankan dengan itu? Apa jalan keluar yang bisa anda sarankan?), 6) Evaluasi (Bagaimana anda menilai itu? Apa saja yang perlu diprioritaskan?)

Ada pula ahli yang mengategorikan pertanyaan ke dalam 1) faktual, 2) divergen, 3) konvergen, 4) evaluatif, dan 5) kombinasi. Ada juga yang lebih melihat dari sisi fungsi seperti pertanyaan 1. focusing, 2. klarifikasi, 3.fasilitasi komitmen, 4. scoping sebuah projek, 5. problem solving, 6. decision making, 7. menilai solusi, 8. stimulasi pemikiran kreatif, 9. perencanaan, 10. fasilitasi perubahan, 11. metapora, dll.

Selain pemahaman teoritis seperti di atas, apa dan bagaimana Anda melontarkan pertanyaan menentukan kualitas fasilitasi. Dan yang terpenting adalah berlatih dan terus berlatih!

Posted in ketrapilan, Uncategorized | Leave a comment

“Metode Demonstrasi Sebagai Salah Satu Langkah Belajar Dalam Edgar Dale’s Cone of Experience”

Novita Kostianissa

0900221

Pendidikan Luar Sekolah – A

Artikel Mengenai Metode Demonstrasi

“Metode Demonstrasi Sebagai Salah Satu Langkah Belajar Dalam Edgar Dale’s Cone of Experience

 

A. Pengertian Metode

 

Metode dapat dikatakan sebagai “a way in achieving something”, yang artinya jalan untuk meraih sesuatu. Dengan kata lain, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya ceramah; demonstrasi; diskusi; simulasi; tanya jawab; resitasi; Drill; DIAD; laboratorium; pengalaman lapangan; brainstorming; debat; simposium, dan sebagainya

Metode merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Dengan demikian suatu strategi dapat dilaksanakan dengan berbagai metode.

B. Metode Demonstrasi

 

Seperti yang telah dibahas diatas begitu banyak jenis metode pembelajaran, namun yang akan dibahas dalam artikel ini adalah metode demonstrasi. Dipilihnya metode ini, karena demonstrasi merupakan salah satu langkah belajar dalam Edgar Dale’s Cone of Experience.

Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekadar memerhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dalam strategi pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri.

1. Kelebihan dan Kelemahan Metode Demonstrasi

 

Sebagai suatu metode pembelajaran demonstrasi memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

 

a.      Melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.

b.      Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.

c.       Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.

 

Di samping beberapa kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

a.      Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih dahulu, sehingga dapat memakan waktu yang banyak.

b.      Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.

c.       Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. Di samping itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa.

 

2. Langkah-langkah Menggunakan Metode Demonstrasi

a. Tahap Persiapan

 

Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan:

1.      Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir.

2.      Persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan.

3.      Lakukan uji coba demonstrasi.

b. Tahap Pelaksanaan, meliputi :

1. Langkah pembukaan.

Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:

a.      Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.

b.      Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.

c.       Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.

2. Langkah pelaksanaan demonstrasi.

 

a.      Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.

b.      Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.

c.       Yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.

d.      Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.

 

3. Langkah mengakhiri demonstrasi.

 

Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

keaksaraan fungsional

Istilah keaksaraan fungsional telah lama dikenal yakni sejak pertengahan tahun 1960 an, dan merupakan konsep yang sangat berpengaruh dalam membangun pendidikan melalui program keaksaraan. Pesona ide tersebut sangat kuat dan tersebar luas. Banyak pihak sangat perduli terhadap ide tersebut antara lain : pendidik orang dewasa.,para ahli pembangunan ekonomi,pekerja pembangunan desa,lembaga-lembaga penyebar innovasi,para perencana dan pelaksana padea lembaga-lembaga internasional tampaknya semuanya sangat perduli dengan keaaksaraan fungsional.: ide dibalik itu sepertinya adalah bahwa keaaksaraan dapat mempunyai fungsi atau peran membangkitkan pembangunan sosial ekonomi suatu masyarakat. Sementara itu para pekerja keaksaraan fungsional terutama yang bekerja di proyek-proyek yang disponsori Unesco melakukan eksperimentasi ,dan telah menjual konsep tersebut beserta temuan-temuannya.

Munculnya konsep keaksaraan fungsional sangat menegsankan,tetapi tidak berjalan mulus untuk gerakan keaksaraan di negara sedang berkembang .Konsep keaksaraan fungsional ini memakan waktu panjang untuk bangkit dari frustrasi dan kegagalan para pekerja keaksaraan yang seringkali menghadapi para sasaran didik orang dewasa yang memimpikan sesuatu kehidupan yang indah, yang terang benderang tetapi tidak terwujud dan mereka tidak ingin menjadi bagian dari mimpi indah tersebut. Mereka tidak lagi secara sukarela untuk belajar membaca dan menulis.mereka tidak lagi mikir apakah keaksaraan itu hak asasi manusia atau bukan. Bagi mereka yang sudah pernah belajar membaca dan menulis, mereka juga tidak tahu mau melakukan apa dengan kecakapan barunya tersebut, atau setelah memperoleh skill lenguistik. mau apa. Konsep baru yang disebut keaksaraan fungsional menjanjikan akan memecahkan masalah masalah klasik dan masalah yang sulit yaitu motivasi peserta didik dan secara bersamaan menghubungkan keaksaraan dengan ekonomi,sosial dan aspirasi politik di negara sedang berkembang. Tetapi kegagalan yang pernah dialami oleh para pekerja keaksaraan betul betul mendiskreditkan mereka ,merugikan orang yang betul-betul ingin belajar keaksaraan, dan mengabaikannya sebagai hak asasi manusia sampai suatu saat perbaikan betul betul dilaksanakan.

Untuk menjadikan keaksaraan fungsional terlaksana dengan baik ,konsep tersebut harus dipahami, diterjemahkan dalam tindakan.Implikasi konsep kedalam berbagai aspek program dan implementasi harus dilakukan secara logis dan terefleksikan dalm pelaksanaan.

Latar belakang.

Pengembangan suatu konsep tentu ada rasionalnya sebagai antesiden atau adanya pemikiran pemikiran yang mendahuluinya.Pemahaman terhadap suatu teori dan kejadian-kejadian seringkali menjadi lebih baik apabila didahului oleh studi kita tentang antesiden yang merupakan dimensi historis dan latar belakang dari konsep keaksaraan fungsional. Beberapa antesiden atau latar belakang tersebut antara lain: (1) idologis, (2) kultural, (3) ekonomi, (4) lenguistik, (5)moivasi.

Idiologis
Ada anggapan yang barangkali boleh disebut keyakinan bahwa kecakapan baca tulis merupakan bekal kelak setelah mati menghadap Tuhan guna memperoleh kehidupan yang lebih baik di akhirat. Juga ada pemikiran bahwa membaca dan menulis akan memperoleh keuntungan secara politik karena akan memperoleh dukungan politik dari orang-orang tersebut karena pemahaman mereka sebagai konstituen menjadi lebih terbuka dengan bertambahnya media tulis. Di samping itu dengan membaca para petani,buruh dan orang-orang lapisan bawah memahami kepentingannya sehingga dapat terhindar dari tindakan eksploitasi kelas penguasa…Dalam hidup , kita mengenal kebajikan bagi sesama yakni hak asasi manusia, dimana setiap kita mempunyai hak untuk maju, untuk pandai dan hidup layak.

Kultural
Teori dan hasil penelitian antrolpologi budaya sudah tersedia khususnya tentang kebudayaan dan kepribadian yang mendukung keaksaraan fungsional..Kepribadian kita dibentuk oleh kebudayaan kita melalui unsur-unsurnya seperti bahasa,adat istiadat,tradisi dan teknologi., berbagai kebiasaan dibentuk oleh budaya kita,berbagai pola tingkah laku juga dihasilkan oleh budaya kita Nilai-nilai kehidupan juga berubah mengikuti perkembangan jaman dan melalui pendidikan dimana media tulis memegang peranan penting.Keaksaraan telah dipandang sebagai pembuka kunci potensi manusia,kultur,sosial dan ekonomi.
Diantara dua manusia beberapa hal memang bisa sama ,orang yang bisa baca tulis akan lebih dapat mengatasi kebutuhan informasi dan dapat mengatasi berbagai kesulitan dalam lingkungannya,sosial,politik, ekonomi dibandingkan dengan orang yang buta aksara. Memang orang buta aksara juga bisa menggunakan simbul-simbul tetapi yang bisa baca tulis memiliki dua macam simbul dalam dua tingkatan yaitu lisan dan tulisan.
Ekonomi
Teori ekonomi mendukung keaksaraan fungsional dengan penelitian yang dilakukaqn oleh Phillips (1964) dengan dasar rancangan expost facto, analisis system ekonomi yang menunjukkan adanya pertumbuhan produktifitas sebagai dampak pendidikan..Studi ini menunjukkan bahwa bagian terbesar dari pertumbuhan dibidang produksi di Negara berkembang stengah abad terkhir ini tidak dapat diperhitungkan melalui masukan capital fisik,jam kerja dan sumber daya alam, Sebagian bersar harus dianggap berasal dari kemajuan teknis dan kualitas sumber daya manusia yang keduanya ini merupakan peranan pendidikan. Adapun dampak program keaksaraan terhadap produktivitas potensi manusia,tergambar dalam penelitian kuasi eksperimental yang dihasilkan oleh Stanislav Strumlin (1965) yang menunjukkan bahwa seorang pekerja yang berpendidikan setahun di sekolah dasar memiliki pertumbuhan produktifitas sebesar 30 % sedangkan pekerja buta aksara yang dimagangkan di industri selama satu tahun hanya memikliki pertambahan produktivitas sebesar 12 %..Sedangkan peningkatan kualifikasi yang dihasilkan dari sekolah selama satu tahun rata-rata mempunyai 2.6 kali lebih besar daripada yang satu tahun magang di perusahaan..Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa program keaksaraan fungsional memberikan sumbangan besar terhadap pembangunan ekonomi.
Linguistik
Ide pokok daripada keaksaraan fungsional adalah mengajarkan ketrampilan ekonomi dan baca tulis secara bersamaan dari awal yang merupakan bagian pokok daripada keaksaraan fungsional.Memang konsep ini agak kurang efektif apabila kita tidak memahami dengan baik metodologi membaca yang diperoleh dari linguistic seperti antara lain metode global dalam membaca. Pertamakali tentu harus dipahami apa yang menjadi mata pencaharian warga didik. Dari situ diidentifikasi kata dan kalimat yang sering kita dengar dalam pembicaraan sekitar mata pencaharian tersebut. Kata dan kalimat tersebut setelah dikumpulkan dicari mana kata dan kalimat yang menjadi motivasi atau mengandung motivasi kuat, atau menjadi kekhawatiran dan kecemasan dalam mencari nafkah. Kemudian kita coba merangkai kata dan kalimat menjadi suatu cerita seerhana. Cerita tersebut diperiksa apakah ada kata yang sulit untuk duucapkan atau dikenali karena terlalu kompleks.Pilihan kata yang tepat dan ejaan yang mudah akan mempermudah warga belajar membacanya. Disamping itu cerita tadi disusun dengan memperhatikan adanya kandungan masalah sehingga belajar membaca berlanjut dengan diskusi. Dari diskusi kita coba mencari pemecahan bersama tentang kesulitan atau kebutuhan belajar yang terkait dengan perbaikan mencari nafkah atau ekonomi mereka..Jika memerlukan belajar ketrampilan tentu harus diteruskan dengan pelatihan,jika perlu tindak lanjut mencontoh model pencarian nafkaf di tempat lain tentu diteruskan dengan karya wisata yang hasilnya bermanfaat untuk memperbaiki tingkat hidup mereka baik secara perorangan maupun kolektif.

Motivasi
Sebenarnya ada sesuatu yang tersembunyi didalam keaaksaraan fungsional yaitu teori psikologis motivasi. Orang dewasa menginginkan incentive berupa ganjaran atau pujian dalam tingkah laku belajarnya. Membaca tidak berdiri sendiri melainkan harus memberikan kepuasan sebagai suatu tindakan dan sekali lagi apa yang mereka baca harus betul betul menarik dan bermakna serta bermanfaat bagi kehidupan mereka. Mengenai manfaat memang semua bermanfaat tetapi ada yang manfaatnya masih lama tertunda karena bersifat laten tetapi ada yang bermanfaat dalam waktu dekat dan mendesak dalam kehidupan mereka. Orang dewasa umumnya telah berhadapan langsung dangan masalah dan kebutuhan sehari hari yang berbeda tentunya dengan anak yang kebutuhannya masih ada di masa depan. Di sini berlaku teori kerugian komparatif( Comparative deprivation) atau loncatan pemenuhan kebutuhan yakni bahwa orang akan berusaha memenuhi kebutuhannya sebagai mahluk manusia sebelum memenuhi kebutuhan yang lain.seperti kebutuhan fisik harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum yang lain. Meskipun demikian hal tersebut akan berbeda antara orang yang satu dengan yang lain, kelompok satu engan yang lain.Di Negara sedang berkembang penderitaan ekonomi paling akut dirasakan dan ingin segera dipenuhi,karena itu,belajar memperbaiki skill ekonomi atau mata pencaharian akan sangat menarik bagi warga belajar..Dengan mengajarkan skill mata pencaharian akan dapat membuat belajar baca tulis yang tidak menyenagkan menjadi sangat menyenangkan.Teaching of economic skills could thus gild the literacy pill atau belajar ketrampilan ekonomi akan dapat mengasah kecakapan baca tulis yang tumpul.
.
Konsep Keaksaraan fungsional
Untuk memahami konsep keaksaraan fungsional kita perlu kembali melihat ketika ia dilahirkan yaitu pada tgl.8 –18 September 1965 dalam suatu konferensi mentri pendidikan sedunia tentang pemberantasan buta aksara(eradication of illiteracy) di Tehran,Iran. Selanjutnya Unesco(1966) meringkas dan memperjelas konsep tersebut dengan elemen-elemensebagai berikut.
:
1. Program keaksaraan hendaknya tergabung kedalam dan terhubung dengan perencanaan ekonomi dan sosial.
2. Pemberantasan buta aksara hendaknya dimulai dari penduduk yang yang memiliki motivasi tinggi dan yang bermanfaat bagi pengembangan daerahnya.
3. Program keaksaraan hendaknya dikaitkan dengan prioritas ekonomi dan dilaksanakan didaerah yang menjadi prioritas pengembangan ekonomi.
4. Program keaksaraan seharusnya tidak hanya mengajar membaca dan menulis tetapi juga pengetahuan professional dan teknis sehingga menimbulkan partisipasi pebelajar orang dewasa secra penuh dalam kehidupan ekonomi dan civic atau kewarganegaraan.
5. Program keaksaraan harus merupakan bagian integral dari perencanaan pendidikan menyeluruh dan system pendidikan yang berlaku.
6. Kebutuhan pendanaan keaaksaraan fungsional hendaknya berasal dari berbagai sumber pemerintah dan suasta,maupun berasal dari investasi ekonomi.
7. Program keaksaraan hendaknya membantu mencapai tujuan ekonomi seperti:meninkatkan produktivitas tenaga kerja,produksi bahan makanan,industrialisasi,mobilitassosial dan professional,kritriatenaga kerjabaru,dan beragamnya aktifitas ekonomi.

Ciri ciri tersebut mempunyai implikasi penting terhadap:
. Pengorganissasian program keaksaraan.
. Perencanaan menyeluruh yaitu bahwa perencanaan keaksaraan fungsional disatu sisi harus terpadu dengan perencanaan pendidikan dan dilain pihak dengan pengembangan sosial ekonomi. Pengembangan program terutama dalam melakukan pilihan seperti ketika memilih wilayah kerja , ketika memilih prioritas sector ekonomi dan prisip seleksi juga diberlakukan kepada seleksi warga belajar untuk memastikan homogenitas kelompok belajar dalam arti keadaan ekonomi dan pekerjaan yaqng mereka inginkan.
. Metodologi mengajar, disini timbul pertanyaan tentang keterpaduan karena keaksaraan harus diajarkan bersamaan dengan pengetahuan professional dan teknikal.
. Isi program (program content) yaitu ketika factor ekonomi harus ditekankan pada pengembangan sosial dan partisipasi sosial tidak boleh dipisahkan..Bentuk program yang komprehensif tercakup juga anjuran upaya pemerintah dan swasta yang terkoordinasikan.

Merencanakan pryek keaksaraan fungsional.
Persyaratan pokok disini terdiri atas perencanaan proyek keaksaraan fungsional dsatu pihak sebagai bagian dari upaya pendidikan dan dilain pihak sebagai bagian dari perencanaan ekonomi suatu daerah.Harus dipahami bahwa keaksaraan fungsional bukan sekedar proyek keaksaraan atau yang biasa disebut sebagai proyek keaksaraan yang berorientasi pada pekerjaan,tetapi pada hakekatnya proyek perubahan sosial ekonomi. Jadi perubahan ekonomi berfungsi ganda yaitu sebagai alat dan sebagai tujuan.Konsep fungsional juga menghendaki bahwa sektor ekonomi yang dipilih untuk pekerjaan hendaknya merupakan sektor prioritas ,agar terjadi perubahan yang cepat. Ada pula implikasi bahwa metode produksi dan distribusi dalm pemilihan sector ekonomi ada dalam proses modernisasi sehingga keaksaraan mempunyai fungsi memperbaharui system ekonomi modern.Apabila program keaksaraan fungsional tidak berjalan di sektor ekonomi ,akan tidak ada gunanya atau sesuatu yang sia-sia.
Kesalahan dilakukan oleh para pekerja keaksaraan fungsional seringkaali terjadi pada saat perencanaan.yakni memadukan dengan program prioritas sector ekonomi.Ini merupakan prasarat daripada konsep ini yang tidak boleh dilanggar, sementara proyek ini diharapkan merupakan ujian bagi konsep keaksaraan fungsional.Di India sebagai contoh ada suatu proyek keaksaraan fungsional telah memilih suatu daerah yang memenuhi persyaratan dan merupakan prioritas investasi .Proyek tersebut bekerjasama dengan petani gandum di daerah tersebut yang terpadu dengan rencana pemerintah dan prioritas ekonomi pemerintah dan sesuai dengan program penghijauan India.Menurut ceritanya proyek ini berhasil.
Apabila kurang perhatian terhadap seleksi prioritas akan membuat program keaksaraan kehilangan focus dan efektifitasnya.. Seringkali suatu perecanaan terlalu membatasi pada unit geografis atau administratif tanpa melakukan analisis system secara cermat di wilayah itu dalam artian kesaling tergantungan ekonomi masyarakat ,keadaan lingkungan fisik,dan jaringan komunikasi sosial ,fasilitas koperasi dll.

Masalah administrasi dan organisasi.
Ada dua aspek yang harus diperhatikan oleh keaksaraan fungsional yaitu ekonomi dan pendidikan.sehingga dalam perencanaan dan pengambilan keputusannya juga harus tergambarkan administrasi ekonomi dan pendidikan.Beberapa masalah yang ada didalamnya antara lain para pendidik dan petugas pertanian belum pernah belajar bagaimana mereka bekerjasama dalam suatu program karena yang paling sering dilakukan adalah penedekatan sektoral dan yang namanya kordinasi hanya slogan saja.
Demikian juga tentang bagaimana pengambilan keputusan dibuat bersama-sama.Siapa yang akan memimpin dan kapan.akan dimulaiTidak jarang kalau suatu proyek dipimpin oleh suatu departemen maka depertemen yang lain mengambil jarak karena benderanya berbeda,sedangkan bendera adalah simbul yang kalau berhasil akan menunjukkan kehebatan kinerja pemilik bendera tersebut.Akibat daripada kordinasi yang lemah ini banyak program-program kemasyarakatan menjadi tidak efektif dan tidak efisien.
Masalah organisasi lainnya adalah masalah hubungan antara staf proyek dan staf lapangan.Pekerja dilapangan seringkali menganggap pekrjaan proyek sebagai kerja tambahan yang kadang-kdang dianggap merepotkan mereka terlebih lagi apabila imnsentif yang diterima tidak memadai.

Masalah komitmen
Penyenggaraan keaksaraan fungsional memerlukan sumber daya personel yang memadai.dan perlu diingatkan lagi tentang keterlibatan professional dan pekerja teknis.Karena itu memerlukan banyak komitmen berbagai pihak.,seperti antara lain, tenaga professional,media pembelajaran yang beragam,lokakarya,sarana prasaarana,guru dan pengawas.Semua pihak tersebut memerlukan perubahan dalam pemikiran dan sikap yang kondusif dimana keaaksaraan fungsional tidak dapat bertahan lama dalam kondisi lingkungan psikologis yang yang rapuh. Penyiapkan personel adalah sesuatu yang penting dalam keaaksaraan fungsional.Pada program keaksaraan konvensional dengan mudah kita datang ke dinas pendidikan dan kita mudah memndapatkan tenaga pengajar.,atau ke dinas sosial untuk memperoleh bantuan pekerja sosial sebagai guru. Pada keaksaraan fungsional kita memerlukan bantuan ahli sosiologi,system analist,ahli ekonomi,insinyur pertanian atau industri,ahli kurikulum,pelatih,pekerja lapangan, peneliti,ahli mediapembelajaran.
Salah satu kesulitan adalah merekrut tenaga lapangan yang akan mengajar dan yang akan mengawasi pelaksanaan.Dalam hal setting industri kita meminta bantuan para mandor dan pengawas yang memerlukan latihan sebelum beroperasi.
Pada masyarakat tani akan lebih sulit lagi karena mereka tidak ada ikatan kerja sebagaimana seorang mandor di perusahaan.Tingkat kesukarelaan mereka lebih tinggi dibandingkan dengan di setting industri. Biasanya dibentuk tim yang masih harus dilatih agar kerjasama terjadi dengan baik dan progam berjalan dengan laqncar dan berkelanjutan.Ksemuanya ini memerlukan komitmen yang tinggi agar program terlaksana dengan baik.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

foto

Romy Novan Fauzi

0901279

foto yaitu gambar yang dihasilkan dengan menangkap cahaya pada medium  yang telah dilapisi bahan kimia peka cahaya atau sensor digital (kombinasi dari photo yang berarti cahaya, dan graph yang berarti catatan, tulisan, atau lukisan). Tidak banyak yang sadar bahwa di balik kesederhanaan artefak yang benama foto tersimpan kerumitan yang membuat definisi foto tidak sesederhana yang dibayangkan.

Pada level wujud, foto memang sebuah gambar, sebuah penyerupaan yang dihasilkan lewat proses yang dinamakan fotografi. Namun pada definisi paling dasar ini pun, tersimpan persoalan. Ada banyak jenis gambar yang dapat digolongkan sebagai foto. Pada abad ke-19, ada daguerrotype, heliotype, cetak albumen, cetak gelatin perak,photogravure, dan lukisan fotogenik. Di abad ke-20, ada polaroid, pindai elektronik (electronic scanner), foto digital, dan sebagainya. Perbedaan-perbedaan wujud seperti itu mengingatkan kepada kita akan kerumitan yang inheren pada sifat foto itu sendiri: Definisi foto sebagai objek selalu terkait dengan (dan bergantung pada) konteks sejarah, konteks sosial, konteks budaya, dan konteks teknologi. Dengan kata lain, konteks-konteks itulah yang sebenarnya menjadi salah satu penentu definisi, makna, dan nilai foto.

Kerumitan definisi foto tidak hanya terjadi pada level wujud. Secara fungsional, definisi, makna, dan nilai foto terus mengalami perubahan sejalan dengan transformasi dan metamorfosis wujudnya. Dari segi warna, foto hitam putih dan foto warna adalah dua hal yang berbeda. Dari segi ukuran dan bentuk, foto besar dan foto kecil, foto persegi dan foto persegi panjang atau bulat juga berbeda. Kualitas pencetakan (mengilat atau dof, dicetak di atas kertas tipis atau tebal), media yang digunakan (analog atau digital), cara penyimpanan dan penyajian (dalam dompet, album, bingkai, atau media penyimpanan dan penyajian digital), dan tujuan penggunaan (untuk kartu tanda pengenal diri, koran, majalah, atau pameran di galeri) juga mengubah dan memengaruhi pemahaman kita terhadap nilai dan status foto sebagai objek. Foto KTP yang berfungsi sebagai penanda jatidiri, misalnya, boleh jadi berubah status dan mendapat tanggapan yang berbeda jika dipajang di galeri dan dinyatakan sebagai spesimen praktik fotografi yang khas.

Kerumitan definisi foto tidak hanya melibatkan wujud an fungsinya, namun juga pada genre-genre yang dilabelkan kepadanya. Pengategorian foto ke dalam genre-genre yang berbeda merupakan upaya mengodifikasi referensi dan status foto dengan menggunakan asumsi-asumsi yang dikonstruksi. Label genre foto seni, misalnya, melibatkan asumsi-asumsi yang berbeda dengan asumsi-asumsi yang disandang oleh foto dokumentasi. Akibat pengategorian dan konstruksi asumsi-asumsi yang dipakai untuk pengategorian itu, foto yang fungsional – misalnya, foto dokumentasi – seringkali dianggap kurang bernilai dibandingkan dengan foto yang kurang atau tidak fungsional, seperti foto seni.

Proses pengategorian foto dengan menggunakan asumsi-asumsi yang dikonstruksi ini telah terjadi sejak masa-masa awal perkembangan fotografi. The Photographic Society, yang didirikan di London pada tahun 1853 dan kemudian berubah nama menjadi The Royal Photographic Society, misalnya, didirikan dengan tujuan untuk menjadikan praktik fotografi sebagai bagian dari tradisi akademik seni rupa. Karena ketiadaan referensi yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk menyusun hirarki dan melakukan pengategorian genre foto pada waktu itu, maka dipakailah asumsi-asumsi dari sumber seni visual terdekat, yaitu seni lukis. Akibatnya, praktik fotografi terus dibayang-bayangi oleh “hantu seni lukis”: Fotografi sebagai cabang seni tidak memiliki tradisi akademik yang mandiri. Keberadaannya sebagai salah satu cabang praktik seni selalu dikaitkan dengan (dan didasarkan pada) tradisi akademik seni lukis. Oleh karena itu, kita tidak perlu heran bila praktik, apresiasi, dan kritik fotografi hingga saat ini masih terus menggunakan paradigma-paradigma seni lukis

Nah, kalau digolongkan berdasarkan macam, maka fotografi akan terbagi menjadi 4 bagian:

  1. Black and white fotografi
  2. Color fotografi
  3. Infra red fotografi
  4. Digital fotografi

Sementara itu, kalau digolongkan berdasarkan gaya, fotografi terbagi menjadi 13:

  1. Advertising fotografi
  2. Fashion and glamour fotografi
  3. Crime scene fotograf
  4. Still life fotografi
  5. Food fotografi
  6. Photojournalism fotografi
  7. Portrait dan wedding fotografi
  8. Fine art fotografi
  9. Landscape fotografi
  10. Conceptual fotografi
  11. Wildlife fotografi
  12. Pornography fotografi
  13. Photo sharing fotografi

Ya, itulah pembagian-pembagiannya.

Mengenai deskripsi lengkap dari poin-poin di atas, mungkin lain waktu akan kutulis pada kesempatan lain.

Tentu saja tidak menutup kemungkinan apabila penggolongan jenis fotografi tersebut jadi bertambah, karena bisa saja ada sub-bagian tambahan dari salah satu jenis fotografi yang saya jabarkan di atas.

Namun apabila disimpulkan, menurut aku (subjective), secara umum, jenis fotografi itu bisa dibagi ke dalam dua bagian:

  • Indoor (dalam ruangan)
  • Outdoor (luar ruangan)

Alasanku menggolongkan ke dalam dua bagian tersebut, karena berhubungan dengan cahaya yang dibutuhkan, di mana biasanya, di dalam ruangan, cahaya (lighting) yang dibutuhkan akan lebih banyak pabila di bandingkan dengan luar ruangan.

Dengan banyaknya lighting-power yang dibutuhkan, tentu saja kita akan lebih dalam merogoh kantong untuk membeli peralatan/lighting yang diperlukan.

Untuk pemula, biasanya, mereka tidak terlalu spesifik menuju dan menggolongkan dirinya kea rah fotografi tertentu, bagi mereka motret apa saja dihajar terus! Yang penting bisa praktek dan punya pengalaman.

Tentu saja, karena subject yang dipotretnya juga umum, maka peralatan yang diperlukan juga bersifat standar.

Untuk seorang fotografer pemula, kalau boleh aku sarankan, peralatan perang yang ideal adalah:

  1. Kamera
  2. Lensa standar
  3. Lensa tele
  4. Speed light
  5. Tripod
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Keterampilan komunikasi

KETERAMPILAN KOMUNIKASI

Oleh : Meilasari ( 0900483)

PENGERTIAN KOMUNIKASI

Komunikasi adalah suatu topik yang amat sering diperbincangkan, bukan hanya di kalangan ilmuwan komunikasi, melainkan juga di kalangan awam, sehingga kata komunikasi itu sendiri memiliki terlalu banyak arti yang berlainan. Namun begitu istilah-istilah komunikasi sudah sedemikian lazim di kalangan kita semua, oleh karena itu langkah awal untuk memperbaiki pemahaman atas fenomena yang rumit ini adalah membuat kesepakatan dalam mendefinisikan. Komunikasi massa sendiri terdiri dari dua kata yakni “komunikasi” dan “massa”.

Kata komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari kata Latin communis yang berarti “sama”, communico, communication, communicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah pertama (communis) adalah istilah yang paling sering disebut sebagai asal-usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya yang mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama. Kata lain yang mirip dengan komunikasi adalah komunitas (community) yang juga menekankan kesamaan atau kebersamaan.

Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media. Dalam definisi tersebut tersimpul tujuan, yakni memberi tahu atau mengubah sikap (attitude), pendapat (opinion), atau perilaku (behavior). Jadi ditinjaudari segi si penyampai pernyataan, komunikasi yangbertujuan bersifat informatifdan persuasif. Komunikasi persuasif (persuasive communication) lebih sulit daripada komunikasi informatif (informative communicattion), karena memang tidak mudah untuk mengubah sikap, pendapat, atau penlaku seseorang atau sejumlahorang. Demikian pengertian komunikasi secara umum dan secara paradigmatis yang penting untuk dipahami sebagai landasan bagi penguasaan teknik berkomunikasi. Adalah komunikasi secara paradigmatis yang dipelajari dan diteliti ilmu Komunikasi.

PROSES KOMUNIKASI

PROSES KOMUNIKASI Dari pengertian komunikasi sebagaimana diutarakan di atas, tersebut adalah sebagai berikut: – komunikator – orang yang menyampaikan pesan; – pesan – pernyataan yang didukung oleh lambang; – komunikan – orang yang menerima pesan; – media – sarana atau saluran yang mendukung pesan bila komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya; – efek – dampak sebagai pengaruh dari pesan. Teknik berkomunikasi adalah cara atau “ seni ” penyampaian suatu pesan yang dilakukan seorang komunikator sedemikian rupa, sehingga menimbulkan dampak tertentu pada komunikan. Pesan yang disampaikan tampak ada-nya sejumlah komponen atau unsur yang dicakup, yang merupakan persyaratan terjadinya komunikasi. Dalam “ bahasa komunikasi ” komponen-komponen

Ada beberapa sifat yang melekat pada komunikasi seperti yang dikemukakan Liliweri :

1.Sifat Komunikator

Sesuai dengan hakikatnya dalam sifat penggunaan media / saluran secara profesional dengan teknologi tinggi melalui usaha-usaha industri maka pemilikan media massa bersifat lembaga, yayasan, organisaasi usaha yang mempunyai struktur dan penjelmaan tugas, fungsi-fungsi serta misi tertentu.

2.Sifat Pesan

Pesan komunikasi bersifat umum, universal tentang berbagai hal dari tempat di muka bumi. Tidak ada pesan komunikasi yang hanya ditujukan kepada suatu masyarakat tertentu.

3.Sifat Media Massa

Sebenarnya salah satu sifat yang khas dalam komunikasi adalah sifat media massa. Pesan akan menjangkau khalayak dengan cara yang cepat serta tepat dan terus menerus dengan bantuan industri. Hal ini akan berfungsi mengatur hubungan antara komunikator dan komunikan yang dilakukan secara serempak dan menjangkau berbagai titik pemukiman di muka bumi pada waktu yang sama.

4.Sifat Komunikan

Komunikasi dalam suatu komunikasi massa adalah khalayak. Khalayak merupakan masyarakat umum sangat beragam, heterogen dalam segi demografis, geografis maupun psikografis.

5.Sifat Dampak

Secara umum terdapat tiga dampak dari komunikasi berdasarkan teori hierarki dampak, yaitu:

a.Dampak kognitif pesan komunikasi mengakibatkan berubahnya khalayak dalam hal pengetahuan, pandangan, dan pendapat terhadap sesuatu yang diperolehnya.

b.Dampak afektif, dimana pesan komunikasi mengakibatkan berubahnya perasaan tertentu khalayak.

c.Dampak konatif, akibat pesan komunikasi orang mengambil keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

6.Sifat Umpan Balik

Umpan balik dari suatu komunikasi biasanya lebih bersifat tertunda dari pada umpan balik langsung dalam komunikasi antarpribadi / delayed feedback (Liliweri, 1991)

JENIS-JENIS KOMUNIKASI

Jenis-jenis  komunikasi yaitu,

–          Komunikasi menurut penyampaiannya

–          Komunikasi menurut kelangsungannya

–          Komunikasi menurut prilaku

–          Komunikasi  menurut maksud komunikasi

–          Komunikasi menurut ruang lingkup

–          Komunikasi menurut aliaran informasi

–          Komunikasi menurut jaringan kerja

–          Komunikasi peranan individu

–          Komunikasi menurut  jumlah yang berkomunikasi

TUJUAN KOMUNIKASI

Tujuan komunikasi bagi perusahaan dalam arti luas adalah :
1. Untuk mengadakan perubahan.
2. Untuk mempengaruhi tindakan.
3. Untuk mencapai kesejahteraan perusahaan.
Dunia usaha memerlukan informasi tentang : harga, kompetisi, teknologi dan keuangan serta daur usaha dan aktivitas pemerintah.

Informasi diatas merupakan dasar bagi keputusan yang mempengaruhi lini produk, rasio produk, kualitas, strategi pemasaran, gabungan factor-faktor produk dan arus informasi.
Secara khusus komunikasi diperlukan untuk tujuan :

1.      . Menetapkan dan menyebarluaskan tujuan perusahaan

2.      Menyusun rencana untuk mencapai tujuan

3.       Mengorganisasi SDM dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisisen

4.      . Menyeleksi, mengembangkan dan menilai anggota organisasi.

5.      Memimpin, mengarahkan, memotivasi dan menciptakan iklim yang menimbulkan       keinginan untuk memberikan kontribusi.

6.       Mengendalikan prestasi

Fungsi dari komunikasi adalah :

1.Informasi

Pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaran berita, data, gambar, fakta, dan pesan yang dibutuhkan agar orang dapat mengerti dan bereaksi secara jelas terhadap kondisi internasional, lingkungan, dan orang lain, serta dapat mengambil keputusan yang tepat.

2.Sosialisasi

Penyediaan sumber ilmu pengetahuan yang memungkinkan orang bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat yang adaptif yang menyebabkan orang tersebut sadar akan fungsi sosialnya sehingga dapat aktif dalam masyarakat.

3.Motivasi

Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai masyarakat, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Agar proses komunikasi mudah dipelajari, kita sengaja menciptakan titik awal dan titik akhir. Untuk menganalisa dinamika proses komunikasi, maka dilakukan pemenggalan proses yang telah dihentikan tersebut. Diawali dengan komunikator (source) yang menyampaikan pesan (message) sampai menimbulkan perubahan (effect) pada komunikan (audience). Penggalan proses ini dinyatakan dalam suatu model S-M-C-R-E-A. Namun kita tidak akan lebih dalam membahas proses komunikasi massa, kita akan membahas dampak atau dampak dari komunikasi massa.

DAMPAK PRIBADI KOMUNIKASI BUAT SAY A SENDIRI

Mungkin komunikasi sulit untuk dipisahkan bagi kehidupan kita semua khususnya bagi diri saya pribadi karena kalau kita tidak berkomunikasi kita bagaikan katak dalam tempurung maksudnya adalah kita hidup tapi kita tidak tahu apa yang terjadi dalam kehidupan ini. Mungkin bagi saya komunikasi itu penting tapi kadang-kadang saya merasa bahwa komunikasi tidak penting dan bisa berbahaya. Misalnya saja kita bergosip dengan teman mungkin menurut kita itu mengasyikkan tetapi komunikasi seperti itulah yang saya maksud tidak penting. Komunikasi yang bisa membahayakan diri kita sendiri contohnya Sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu kita sering mendengar sebuah nama yang mungkin di setiap televisi menayangkan ia, ia adalah prita akibat ia menyebarkan e-mail yang berisi keluhan kepada rumah sakit Omni Internasional ia dilaporkan ke polisi oleh rumah sakit tersebut.Ia menyatakan bahwa rumah sakit Omni Internasional telah melakukan mal praktek kepadanya akhirnya ia dipenjara akibat tuduhan tersebut.

Mungkin diatas saya telah membahas tentang dampak negatif komunikasi bagi saya.Sekarang saya ingin menjelaskan dampak positif bagi diri saya pribadi. Mungkin komunikasi bagi saya sangat banyak manfaatnya contohnya saja saya sedang mengerjakan tugas ini tidak mungkin saya bisa mengerjakan tanpa adanya komunikasi. Komunikasi yang saya pakai adalah komunikasi sebagai tindakan satu arah maksudnya saya hanya berkomunikasi seorang diri tidak ada tindakan aksi reaksi karena saya hanya berkomunikasi hanya dengan internet.contoh lainnya adalah handphone,mungkin saat ini kita sulit untuk menemukan orang yang tidak mempunyai handphone karena handphone itu sendiri mempunyai manfaat yang banyak sekali contonya kita bisa berbincang-bincang kepada keluarga,teman saudara dengan jarak jauh tanpa kita harus berada di hadapan mereka dan juga kita bias menulis pesan yang disertai dengan gambar yang disebut MMS.

Manfaat komunkasi bagi saya sebenarnya masih banyak sekali tapi menurut saya pribadi komunkasi itu bermanfaat bagi kita,tergantung pada kita yang menggunakan apakah komunikasi tersebut kita bawa kearah positif atau kearah negatif.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ROBOTIKA

Pengertian ROBOTIKA

Oleh : Sulastri PLS A 2009 (0905961)

Istilah robot berawal bahasa Cheko robota yang berarti pekerja yang tidak mengenal lelah atau bosan. Sedangkan secara terminologi, arti yang paling tepat dengan istilah robot mengandung pengertian System atau alat yang digunakan untuk menggantikan kinerja manusia secara otomatis.

Robot yang dibuat manusia tidak boleh bertentangan dengan Laws of Robotics yang dikemukakan oleh Isaac Asimov. Di kalangan umum pengertian robot selalu dikaitkan dengan “makhluk hidup” berbentuk orang maupun binatang yang terbuat dari logam dan bertenaga listrik (mesin). Sementara itu dalam arti luas robot Adalah suatu alat yang dalam batas-batas tertentu dapat bekerja sendiri (otomatis) sesuai dengan perintah yang sudah diberikan oleh perancangnya. Dengan pengertian ini sangat erat hubungan antara robot dan otomatisasi sehingga dapat dipahami bahwa hampir setiap aktivitas kehidupan modern makin tergantung pada robot dan otomatisasi.

 

Sejarah Perkembangan ROBOTIKA

Perkembangan robotika pada awalnya bukan dari disiplin elektronika melainkan bersal dari ilmuwan biologi dan pengarang cerita novel maipun pertunjukan drama pada sekitar abad XVIII. Para ilmuwan biologi pada saat itu ingin menciptakan makhluk yang mempunyai karakteristik seperti yang mereka inginkan dan menuruti segala apa apa yang mereka perintahkan, dan sampai sekarang makhluk yang mereka ciptakn ter5sebut tidak p[ernah terwujud menjadi nyata, tapi matrak menjadi bahan pada novel-novel maipun naskah sandiwara panggung maupun film.

Baru sekitar abad XIX robot mulai dikembangkan oleh insinyur teknik, pada saat itu berbekal keahlian mekanika untuk membuat jam mekanik mereka membuat boneka tiruan manusia yang bisa bergerak pada bagian tubuhnya.

Pada tahun 1920 robot mulai berkembnag dari disilin ilmu elektronika, lebih spesifiknyas pada cabang kajian disiplin ilmu elektronika yaitu teknik kontrol otomatis, tetapi pada masa-masa itu komputer yang merupakan komponoen utama pada sebuah robot yang digunakan untuk pengolaan dat masukan dari sensor dan kendali aktuator belum memiliki kemmpuan komutasi yang cepat selain ukuran fisik komputer pada masa itru masih cukup besar.

Robot-robot cerdas mulai berkembang pesat seiring berkembangnya komputer pada sekitar tahun1950-an. Dengan semakin cepatya kemampuan komputasi komputer dan semakin kecilnya ukuran fisiknya, maka robot-robot yang dbuat semakin memiliki kecerdasan yang cukup baik untuk melakukan pekerjan-pekerjan yang biasa dilakukan olaeh manusia. Pada awal diciptakaanya, komputer sebagai alat hitung saja, perkembangan algoritma pemrograman menjadikan komputer sebagai instrumentasi yang memiliki kemammpauankemampuan seperti otak manusia. Artificial intelegent atau kecerdasan buatan adalah algoritma pemrograman yang membuat komputer memiliki kecerdasan seperti manusia yang mampu menalar, mengambil kesimpilan dan keputusan berdasarkan pengalaman yang dimiliki.

 

 

Jenis – jenis Bentuk Robot :

  1. Robot Mobile

Robot Mobil atau Mobile Robot adalah konstruksi robot yang ciri khasnya adalah mempunyai aktuator berupa roda untuk menggerakkan keseluruhan badan robot tersebut, sehingga robot tersebut dapat melakukan perpindahan posisi dari satu titik ke titik yang lain. Robot mobil ini sangat disukai bagi orang yang mulai mempelajari robot. Hal ini karena membuat robot mobil tidak memerlukan kerja fisik yang berat. Untuk dapat membuat sebuah robot mobile minimal diperlukan pengetahuan tentang mikrokontroler dan sensor-sensor elektronik.Base robot mobil dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan plywood /triplek, akrilik sampai menggunakan logam ( aluminium ). Robot mobil dapat dibuat sebagai pengikut garis ( Line Follower ) atau pengikut dinding ( Wall Follower ) ataupun pengikut cahaya.

  1. Robot jaringan

Robot jaringan adalah pendekatan baru untuk melakukan kontrol robot menggunakan jaringan internet dengan protokol TCP/IP. Perkembangan robot jaringan dipicu oleh kemajuan jaringan dan internet yang pesat. Dengan koneksi jaringan, proses kontrol dan monitoring, termasuk akuisisi data bila ada, seluruhnya dilakukan melalui jaringan. Keuntungan lain, koneksi ini bisa dilakukan secara nirkabel.Di Indonesia, pengembang robot jaringan belum banyak, meski pengembang dan komunitas robot secara umum sudah banyak. Hal ini disebabkan tuntutan teknis yang jauh lebih kompleks. Salah satu robot jaringan yang sudah berhasil dikembangkan adalah LIPI Wireless Robot (LWR) yang dikembangkan oleh Grup Fisika Teoritik dan Komputasi– GFTK LIPI.Seperti ditunjukkan di LWR, seluruh proses kontrol dan monitoring bisa dilakukan melalui perambah internet. Lebih jauh, seluruh sistem dan protokol yang dikembangkan untuk LWR ini telah dibuka sebagai open-source dengan lisensi GNU Public License (GPL) di SourceForge dengan nama openNR.

  1. Robot Manipulator (tangan)

Robot ini hanyak memiliki satu tangan seperti tangan manusia yang fungsinya untuk memegang atau memindahkan barang, contoh robot ini adalah robot las di Industri mobil, robot merakit elektronik dll.

  1. Robot Humanoid

Robot yang memiliki kemampuan menyerupai manusia, baik fungsi maupun cara bertindak, contoh robot ini adalah Ashimo yang dikembangkan oleh Honda. Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Biasanya kebanyakan robot industri digunakan dalam bidang produksi. Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihan limbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan “cari dan tolong” (search and rescue), dan untuk pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen di bidang hiburan, dan alat pembantu rumah tangga, seperti penyedot debu, dan pemotong rumput.

  1. Robot Berkaki

Robot ini memiliki kaki seperti hewan atau manusia, yang mampu melangkah, seperti robot serangga, robot kepiting dll.

  1. Flying Robot (Robot Terbang)

Robot yang mampu terbang, robot ini menyerupai pesawat model yang deprogram khusus untuk memonitor keadaan di tanah dari atas, dan juga untuk meneruskan komunikasi.

  1. Under Water Robot (Robot dalam air)

Robot ini digunakan di bawah laut untuk memonitor kondisi bawah laut dan juga untuk mengambil sesuatu di bawah laut.Ada beberapa unjuk kerja robot yang perlu diketahui, antara lain :

  • Resolusi adalah perubahan gerak terkecil yang dapat diperintahkan oleh sistem kontrol pada lingkup kerja manipulator.
  • Akurasi adalah besarnya penyimpangan/deviasi terhadap masukan yang diketahui
  • Repeatability adalah kemampuan robot untuk mengembalikan end effector (pemegang/griper) pada posisinya semula
  • Fleksibilitas merupakan kelebihan yang dimiliki oleh robot secara umum jika dibandingkan dengan mesin konvensional. Hal ini pun tergantung kepada pemprogram dalam merencanakan pola geraknya.

Tahap-tahap pembuatan robot

Secara garis besar, tahapan pembuatan robot dapat dilihat pada gambar berikut :

 

 

Ada tiga tahapan pembuatan robot, yaitu:

  1. Perencanaan, meliputi: pemilihan hardware dan design.
  2. Pembuatan, meliputi pembuatan mekanik, elektonik, dan program.
  3. Uji coba.

 

  1. Tahap perencanan

Dalam tahap ini, kita merencanakan apa yang akan kita buat, sederhananya, kita mau membuat robot yang seperti apa? berguna untuk apa? Hal yang perlu ditentukan dalam tahap ini:

  • Dimensi, yaitu panjang, lebar, tinggi, dan perkiraan berat dari robot. Robot KRI berukuran tinggi sektar 1m, sedangkan tinggi robot KRCI sekitar 25 cm.
  • Struktur material, apakah dari alumunium, besi, kayu, plastik, dan sebagainya.
  • Cara kerja robot, berisi bagian-bagian robot dan fungsi dari bagian-bagian itu. Misalnya lengan, konveyor, lift, power supply.
  • Sensor-sensor apa yang akan dipakai robot.
  • Mekanisme, bagaimana sistem mekanik agar robot dapat menyelesaikan tugas.
  • Metode pengontrolan, yaitu bagaimana robot dapat dikontrol dan digerakkan, mikroprosesor yanga digunakan, dan blok diagram sistem.
  • Strategi untuk memenangkan pertandingan, jika memang robot itu akan diikutkan lomba/kontes robot Indonesia/Internasional.

 

  1. Tahap pembuatan

Ada tiga perkerjaan yang harus dilakukan dalam tahap ini, yaitu pembuatan mekanik, elektronik, dan programming. Masing-masing membutuhkan orang dengan spesialisasi yang berbeda-beda, yaitu :

  • Spesialis Mekanik, bidang ilmu yang cocok adalah teknik mesin dan teknik industri.
  • Spesialis Elektronika, bidang ilmu yang cocok adalah teknik elektro.
  • Spesialis Programming, bidang ilmu yang cocok adalah teknik informatika.

Pembuatan mekanik

Setelah gambaran garis besar bentuk robot dirancang, maka rangka dapat mulai dibuat. Umumnya rangka robot KRI terbuat dari alumunium kotak atau alumunium siku. Satu ruas rangka terhubung satu sama lain dengan keling alumunium. Keling adalah semacam paku alumunium yang berguna untuk menempelkan lembaran logam dengan erat. Rangka robot KRCI lebih variatif, bisa terbuat dari plastik atau besi panjang seperti jeruji.

Pembuatan sistem elektronika

Bagian sistem elektronika dirancang sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Misalnya untuk menggerakkan motor DC diperlukan h-brigde, sedangkan untuk menggerakkan relay diperlukan saklar transistor. Sensor-sensor yang akan digunakan dipelajari dan dipahami cara kerjanya, misalnya :

  1. Sensor jarak, bisa menggunakan SRF04, GP2D12, atau merakit sendiri modul sensor ultrasonik atau inframerah.
  2. Sensor arah, bisa menggunakan sensor kompas CMPS03 atau Dinsmore.
  3. Sensor suhu, bisa menggunakan LM35 atau sensor yang lain.
  4. Sensor nyala api/panas, bisa menggunakan UVTron atau Thermopile.
  5. Sensor line follower / line detector, bisa menggunakan led & photo transistor.

Pembuatan sistem elektronika ini meliputi tiga tahap:

  • Design PCB, misalnya dengan program Altium DXP.
  • Pencetakan PCB, bisa dengan Proboard.
  • Perakitan dan pengujian rangkaian elektronika.

Pembuatan Software/Program

Pembuatan software dilakukan setelah alat siap untuk diuji. Software ini ditanamkan (didownload) pada mikrokontroler sehingga robot dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.

Tahap pembuatan program ini meliputi :

  1. Perancangan Algoritma atau alur program

Untuk fungsi yang sederhana, algoritma dapat dibuat langsung pada saat menulis program. Untuk fungsi yang kompleks, algoritma dibuat dengan menggunakan flow chart.

  1. Penulisan Program

Penulisan program dalam Bahasa C, Assembly, Basic, atau Bahasa yang paling dikuasai.

  1. Compile dan download, yaitu mentransfer program yang kita tulis kepada robot.

 

  1. Uji coba

Setelah kita mendownload program ke mikrokontroler (otak robot) berarti kita siap melakukan tahapan terakhir dalam membuat robot, yaitu uji coba.

 

Referensi :

Dari berbagai sumber

 

Posted in Dunia Robotika | Leave a comment