mengembangkan ketrampilan bertanya yang baik

nama petrus p budi liwu nim 09oo881

Ketrampilam dalam bertanya

keterampilan bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, yang sekaligus merupakan bagian dari keberhasilan dalam pengelolaan instruksional dan pengelolaan kelas. Melalui keterampilan bertanya guru mampu mendeteksi hambatan proses berpikir di kalangan siswa dan sekaligus dapat memperbaiki dan meningkatkan proses belajar di kalangan siswa. Dengan demikian, guru dapat mengembangkan pengelolaan kelas dan sekaligus pengelolaan instruksional menjadi lebih efektif. Selanjutnya dengan kemampuan mendengarkan guna dapat menarik simpati dan empati di kalangan siswa sehingga kepercayaan siswa terhadap guru meningkat yang pada akhirnya kualitas proses pembelajaran dapat lebih di tingkatkan.

Pengertian Dan Rasional

Dalam PBM tujuan pertanyaan yang diajukan guru ialah agar siswa belajar yaitu memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir, baik berupa kalimat tanya atau suruhan yang menuntut respon siswa. Dalam PBM umumnya guru mengajukan pertanyaan kepada siswanya cara yang digunakan mempunyai pengaruh dalam pencapaian hasil belajar sehingga ketrampilan bertanya dibedakan atas : ketrampilan bertanya dasar, mempunyai beberapa komponen yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan, sedangkan ketrampilan bertanya lanjut : lanjutan dari bertanya dasar yang mengutamakan usaha pengembangan kemampuan berfikir siswa.

Manfaat Keterampilan Bertanya

- Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu terhadap pokok bahasan
– Memusatkan perhatian
– Mendiaknosis kegiatan khusus yang menghambat siswa belajar
– Mengembangkan SCL (Student Center Learning)

Guru perlu menguasai keterampilan bertanya karena:

* guru cenderung mendominasi kelas dengan ceramah,
* siswa belum terbiasa mengajukan pertanyaan,
* siswa harus dilibatkan secara mental-intelektual secara maksimal, dan
* adanya anggapan bahwa pertanyaan hanya berfungsi untuk menguji pemahaman siswa.

Pertanyaan yang baik mempunyai berbagai fungsi antara lain:

* mendorong siswa untuk berpikir,
* meningkatkan keterlibatan siswa,
* merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan,
* mendiagnosis kelemahan siswa,
* memusatkan perhatian siswa pada satu masalah, dan
* membantu siswa mengungkapkan pendapat dengan bahasa yang baik.

Keterampilan bertanya dasar terdiri atas komponen-komponen:

* pengajuan pertanyaan secara jelas dan singkat,
* pemberian acuan,
* pemusatan,
* pemindahan giliran,
* penyebaran,
* pemberian waktu berpikir, dan
* pemberian tuntunan.

Keterampilan bertanya lanjut terdiri dari komponen:

* pengubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan,
* pengaturan urutan pertanyaan,
* penggunaan pertanyaan pelacak, dan
* peningkatan terjadinya interaksi.

Dalam menerapkan keterampilan bertanya dasar dan lanjut, guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut:

* Kehangatan dan keantusiasan.
* Menghindari kebiasaan mengulang pertanyaan sendiri, menjawab pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan yang mengundang jawaban serempak, mengulangi jawaban siswa, mengajukan pertanyaan ganda, dan menunjuk siswa sebelum mengajukan pertanyaan
* Waktu berpikir yang diberikan untuk pertanyaan tingkat lanjut lebih banyak dari yang diberikan untuk pertanyaan tingkat dasar.
* Susun pertanyaan pokok dan nilai pertanyaan tersebut sesudah selesai mengajar.
keterampilan bertanya juga dapat membantu orang menjadi percaya diri dalam nengukapkan pendapat atau saran oleh karena perlu di tigkatkan lagi pemaham akan bertanya adapun aturan dalam bertanya

terdapat 6 kategori pertanyaan 1) Pengetahuan (Siapa? Apa? Kapan? Di mana? Bagaimana?), 2) Pemahaman (Bisa dijelaskan apa yang anda dengar? Menurut anda apa pengertian dari…..?), 3) Aplikasi (Bagaimana ini berhubungan dengan itu? Kenapa itu sangat berarti?), 4) Analisis (Bagaimana ini dibandingkan itu? Apa saja bagian dari itu?), 5) Sintesis (Apa yang terjadi bila ini digabungankan dengan itu? Apa jalan keluar yang bisa anda sarankan?), 6) Evaluasi (Bagaimana anda menilai itu? Apa saja yang perlu diprioritaskan?)

Ada pula ahli yang mengategorikan pertanyaan ke dalam 1) faktual, 2) divergen, 3) konvergen, 4) evaluatif, dan 5) kombinasi. Ada juga yang lebih melihat dari sisi fungsi seperti pertanyaan 1. focusing, 2. klarifikasi, 3.fasilitasi komitmen, 4. scoping sebuah projek, 5. problem solving, 6. decision making, 7. menilai solusi, 8. stimulasi pemikiran kreatif, 9. perencanaan, 10. fasilitasi perubahan, 11. metapora, dll.

Selain pemahaman teoritis seperti di atas, apa dan bagaimana Anda melontarkan pertanyaan menentukan kualitas fasilitasi. Dan yang terpenting adalah berlatih dan terus berlatih!

This entry was posted in ketrapilan, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s