KARTUN

Oleh : Hashifah Inaroh Luthfiah Achmadi (PLS UPI 2009)

Kartun (dalam blog Janitha Triana) berasal dari kata “cartone” (bahasa Italia) yang artinya kertas. Pada masa itu, para seniman negara ini senang membuat sketsa untuk gambar gedung, permadani, atau gambar mozaik pada kaca.
Dalam bahasa Inggris, kartun atau cartoon memiliki dua arti yaitu gambar dengan penampilan yang lucu, berkaitan dengan keadaan yang sedang berlaku (terutama mengenai politik) dan film yang menciptakan khayalan gerak sebagai hasil pemotretan rangkaian gambar yang melukiskan perubahan posisi.
Secara definisi (dalam blog Yahya Nursidik), kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang gagasan, atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat.

Kartun memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
1) Gambarnya sedikit ringkas
2) Tidak banyak menggunakan kata – kata
3) Mudah dipahami dan dikenali
4) Pesan biasanya lebih jelas dan segar

Tujuan dari kartun, diantaranya :
1) Kartun yang semata-mata sebagai hiburan antara lain gag cartoon dan komik
2) Kartun yang bertujuan menyampaikan pesan kepada para penikmatnya, baik pesan politik, sosial, ataupun pendidikan. Misalnya adalah kartun yang ada di surat kabar, khususnya kartun editorial, karikatur, dan beberapa komik strip. Kartun yang ada di surat kabar atau terbitan lainnya merupakan salah satu bentuk kartun yang memiliki karakteristik sebagai media yang tidak hanya menghibur, tetapi juga cerdas dan aktual.

Jenis – jenis kartun (oleh Ruby dalam blog jurnalista263), diantaranya :
1) Gag cartoon atau kartun murni, merupakan gambar kartun yang dimaksudkan hanya sekadar sebagai gambar lucu atau olok-olok tanpa bermaksud mengulas suatu permasalahan atau peristiwa aktual. Kartun murni biasanya tampil menghiasi halaman-halaman khusus humor yang terdapat di surat kabar atau terbitan lainnya. Satu jaringan pembuat kartun murni yang terkenal adalah Kokkang yang karyanya banyak dimuat di berbagai terbitan.
2) Kartun editorial, merupakan kolom gambar sindiran di surat kabar yang mengomentari berita dan isu yang sedang ramai dibahas di masyarakat. Sebagai editorial visual, kartun tersebut mencerminkan kebijakan dan garis politik media yang memuatnya, sekaligus mencerminkan pula budaya komunikasi masyarakat pada masanya. Dewa Putu Wijana dalam disertasinya yang mengulas masalah aspek pragmatik dalam kartun, menyatakan bahwa kartun editorial merupakan visualisasi tajuk rencana surat kabar atau majalah yang membincangkan masalah politik atau peristiwa aktual. Oleh karena sifatnya inilah, kartun editorial sering disebut dengan kartun politik. Contoh kartun editoial yang terkenal di Indonesia adalah Oom Pasikom di harian Kompas dan Keong di harian Sinar Harapan. Beberapa kartunis terkenal yang intens dalam pembuatan kartun editorial antara lain Sibarani, G.M. Sudarta, Pramono, Johny Hidanat, Jaya Suprana, serta Dwi Koendoro.
3) Komik, merupakan perpaduan antara seni gambar dan seni sastra. Komik terbentuk dari rangkaian gambar yang keseluruhannya merupakan rentetan satu cerita yang pada tiap gambar terdapat balon ucapan sebagai narasi cerita dengan tokoh/karakter yang mudah dikenal. Contoh komik kartun yang populer pada saat ini adalah komik buatan Jepang. Komik Jepang tidak hanya menampilkan cerita anak, tetapi juga drama percintaan yang romantis. Komik buatan Jepang saat ini tengah merajai industri perkomikan di Indonesia. Mulai dari cerita yang lucu seperi Doraemon, Crayon Shinchan, Kobo Chan, cerita laga, seperti Kungfu Boy, Dragon Ball, sampai cerita yang berbau romantis. Namun demikian, Indonesia juga memiliki komik-komik buatan dalam negeri yang tidak kalah kualitasnya, baik dari segi grafis maupun cerita. Beberapa dekade lalu, komik Panji Tengkorak karya Hans Jaladara, ataupun Bende Mataram, Gundala, sampai cerita Mahabarata pernah menghiasi dunia perkomikan di Indonesia. Pada saat ini perkembangan komik lokal cenderung tidak sehebat komik buatan Jepang. Komik-komik lokal tersebut masih tetap bertahan pada terbitan secara bersambung di koran-koran atau majalah.
4) Karikatur, merupakan perkembangan kartun politik, yaitu gambar lucu yang menyimpang dan bersifat satir atau menyindir, baik terhadap orang atau tindakannya. Ciri khas karikatur adalah deformasi atau distorsi wajah dan bentuk fisik, dan biasanya manusia adalah yang dijadikan sasaran agresi. Toety Heraty Noerhadi dalam tulisannya berjudul Kartun dan Karikatur sebagai Wahana Kritik Sosial menyatakan bahwa karikatur merupakan gambaran yang diadaptasi dari realitas, tokoh-tokoh yang digambarkan adalah tokoh-tokoh bukan fiktif yang ditiru lewat pemiuhan (distortion) untuk memberikan persepsi tertentu terhadap pembaca. Ia menambahkan bahwa perbedaan kartun dan karikatur terletak pada hal ini, yaitu tokoh yang digambarkan antara kartun dan karikatur berbeda. Apabila tokoh kartun bersifat fiktif, maka tokoh dalam karikatur bersifat tiruan dari tokoh nyata yang telah melalui tahap pemilihan. Dengan demikian akan terwujud gambar yang lucu tetapi juga terkandung pesan yang penting, sehingga pesan yang hendak disampaikan dalam kartun kepada masyarakat mudah untuk diterima.
Kartun dapat dimanfaatkan sebagai media dalam pembelajaran. Kartun dapat menarik perhatian peserta didik agar lebih memperhatikan materi yang disampaikan pendidik. Namun, pendidik harus berhati – hati dalam menggunakan media kartun. Pendidik harus membatasi penggunaan media kartun agar peserta didik tidak lebih memperhatikan media kartun yang digunakan daripada materi yang disampaikan. Pendidik juga harus menggunakan media dan metode lain agar peserta didik tidak merasa jenuh/bosan.

Sumber :
Triana, Janitha. 2011. Asal Usul Kartun. Tersedia dalam :

http://janithatriana.blogspot.com/2011/01/asal-usul-kartun.html

Definisi Kartun (dalam bahasa Inggris). Tersedia dalam :

http://www.artikata.com/arti-333125-kartun.html

Nursidik, Yahya. 2010. Kartun dalam Pembelajaran untuk Pengajaran. Tersedia dalam :

http://apadefinisinya.blogspot.com/2010/10/kartun-dalam-pembelajaran-untuk.html

Ruby. 2008. Kartun dan Karikatur. Tersedia dalam :

http://jurnalista263.wordpress.com/2008/07/27/kartun-dan-karikatur/

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s